Selasa, 17 Juni 2014

SEMINAR OPEN LECTURE: GAME IDUSTRY GLOBAL AND INDONESIA, OPPORTUNITY AND CHALLENGES

Berikut penulis paparkan resume perihal seminar yang berjudul OPEN LECTURE: GAME IDUSTRY GLOBAL AND INDONESIA, OPPORTUNITY AND CHALLENGES

  • Pembicara pertama, Andreas Hadiyono.

Dalam kesempatan tersebut beliau memaparkan mengenai perkembangan game, yakni “Game Yesterday and Today”. Maksudnya adalah perkembangan game dari masa ke masa, dimana dari bentuk visualisasi maupun konten yang ada di dalamnya mengalami perubahan yang terbilang apik.

Pembuatan sebuah aplikasi game pasti tidak lepas dari yang namanya “Component” atau komponen. Komponen tersebut diantaranya adalah komponen suara, ide cerita, bahkan sampai moneytizing yang merupakan faktor yang membuat game tersebut berhasil atau tidaknya.

Selain itu, beliau juga memaparkan sekaligus memberikan demo mengenai Brain Computer Interface (BCI). BCI merupakan ‘jembatan’ antara otak manusia dengan hardware yang ada (PC/Laptop), dimana sebuah aplikasi atau game bisa di manipulasi atau digerakkan menggunakan otak user (manusia) yang tentunya  dengan menggunakan sebuah device sebagai sensornya.


  • Pembicara kedua, Wong Lok Dien.

Disini, beliau membahas mengenai perkembangan game yang ada di Indonesia dilihat dari segi peminat dan segi pasarnya. Wong Lok Dien sendiri memaparkan sekaligus memberikan beberapa tips dalam dunia ‘pasar game’, mulai dari mengelola game tersebut sampai kepada moneytizing (keuntungan yang bisa didapat dari developer game tersebut).

Hal tersebut dia pandang dengan melihat survey bahwa Indonesia menempati urutan ke-5 Negara Paling Sering nge-tweet. Kemudian, jumlah pengguna telpon genggam yang ada di Indonesia melebihi jumlah populasi dari negara Indonesia itu sendiri. Ini berarti bahwa setidaknya 1 orang mempunyai lebih dari 1 telpon genggam.


  • Pembicara ketiga, Kim Kyoung Hwan

Pembicara ketiga ini, membahas mengenai software pengolah grafik UNITY3D. Beliau menganggap software ini sangat mudah sekali digunakan terlebih bagi user yang awam di dunia pengolah grafik. Selain itu pula, karna lisensi dari software UNITY3D itu sendiri yang bersifat opensource. Dalam seminar ini, dosen GG Campus tersebut juga memaparkan statistika penggunaan UNITY3D di seluruh dunia, dimana setiap tahunnya jumlah pengguna dari software tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Dalam kesempatan tersebut juga, beliau memberika sebuah demonstrasi bagaimana cara menggunakan software UNITY3D dari awal hingga terbentuk sebuah objek animasi bergerak.


  • Pembicara keempat, Stephen Cho


Dalam seminar ini, Stephen Cho lebih membahas mengenai bagaimana cara membuat sebuah game hingga mempromosikannya sampai menjual ke pasar game. Yang menjadi point utama dalam pembicaraan ini adalah “Major trends in the mobile game market”, dimana kita bisa melihat bahwa faktanya sudah ada beberapa game buatan anak negeri yang terbilang ‘laku’ di pasar game global. Melihat itu, diharapkan developer game di Indonesia berani untuk tampil di kancah persaingan pasar game global.
READ MORE - SEMINAR OPEN LECTURE: GAME IDUSTRY GLOBAL AND INDONESIA, OPPORTUNITY AND CHALLENGES



widget by Y-Kool