Tampilkan postingan dengan label IT Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT Knowledge. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Sekilas tentang HotJava

A. Sejarah Singkat

 
HotJava ( disebut Browser HotJava untuk membedakannya dari Views HotJava ) adalah modular extensible web browser dari Sun Microsystems. Hot Java adalah browser pertama yang mendukung applet Java , dan platform demonstrasi Sun untuk teknologi baru. Sejak itu telah dihentikan dan sekarang tidak lagi didukung. Selanjutnya, Pusat Download SUN diturunkan pada tanggal 31 Juli 2011, dan link download di situs resmi poin ke halaman placeholder mengatakan demikian.
Pada tahun 1994, sebuah tim pengembang Java mulai menulis WebRunner, yang merupakan tiruan dari internet browser Mosaic . Hal ini didasarkan pada bahasa pemrograman Java. Nama WebRunner merupakan suatu penghargaan untuk Blade Runner film.
Demonstrasi publik pertama WebRunner itu diberikan oleh John Gage dan James Gosling di Desain Teknologi Hiburan Conference di Monterey, California pada tahun 1995. Berganti nama HotJava, secara resmi diumumkan pada Mei tahun yang sama pada konferensi SunWorld.
Penggunaan HotJava memiliki fungsionalitas agak terbatas dibandingkan dengan browser lain pada masanya.
Lebih kritis, HotJava menderita dari keterbatasan kinerja implementasi mesin virtual Java hari (baik dalam kecepatan dan konsumsi memori) dan akibatnya cukup lambat.

B. Menjelajahi World Wide Web

World Wide Web adalah kumpulan besar informasi yang tersimpan pada komputer terletak di seluruh dunia. Orang-orang telah menciptakan halaman Web yang berisi informasi tentang apa saja topik yang dapat Anda pikirkan. Anda dapat melihat halaman-halaman Web dengan browser seperti HotJavaTM. Halaman web terdiri dari teks, gambar, file audio, film, animasi, dan aplikasi komputer interaktif disebut Java applet.

HTML, yang merupakan singkatan dari HyperText Markup Language, adalah bahasa yang digunakan untuk membuat halaman Web. HotJava 1.0 mendukung standar HTML terbaru, (saat ini HTML 3.2), plus banyak ekstensi HTML populer.
Tombol Navigasi pada Browser HotJava
Tombol Navigasi Browser HotJava menyediakan cara pintas untuk item menu. Tombol-tombol seperti Back, Forward, Home, Reload, Stop, Remember Place,Find in Document, dan Print. Selain tombol-tombol tersebut, anda dapat memiliki tombol kesembilan untuk menampilkan Kesalahan HTML di halaman ini. (HTML adalah bahasa yang digunakan untuk membuat halaman Web.)

Ketika tombol ini tampak redup, fungsi mereka tidak tersedia.
 
 
Back
Kembali ke halaman sebelumnya. Klik pada tombol Back untuk kembali ke halaman sebelumnya setelah:
  •      Setelah link
  •      Sebuah halaman kesalahan ditampilkan
  •      Melihat sumber HTML untuk halaman
  •      Mengirim mail menggunakan Browser HotJavaTM (klik Back dua  kali).

Forward
Forward tersedia hanya setelah Anda telah menggunakan tombol Back. Klik Forward untuk menampilkan halaman yang sebelumnya dilihat.  

Home
Kembali ke halaman browser "home". Default halaman rumah Browser HotJava adalah doc: / lib / HotJava / whats-hot.html.

Reload
Reload halaman setelah sumber HTML telah diedit atau jika Anda menemukan halaman kesalahan yang menasihati Anda untuk reload.
Jika halaman ini tidak lokal, Anda mungkin perlu menghapus cache sebelum reload dalam rangka untuk mengambil perubahan yang dibuat ke halaman. (Cache adalah penyimpanan lokal untuk halaman yang sebelumnya diakses.) Pilih Gambar Cached Hapus dari menu View

Stop
Berhenti memuat URL. Jika Browser HotJava sudah selesai loading applet, tombol Stop tidak menghentikan applet dari berjalan, itu hanya berhenti dari loading halaman. Klik Kembali untuk kembali ke halaman sebelumnya.

  Remember Place
Menempatkan halaman saat ini pada Daftar Tempat Baru, sehingga Anda dapat dengan mudah mengunjungi kembali halaman di masa depan.
Untuk mengakses Daftar Tempat Baru, pilih
"Show Places List" atau "New Places" dari menu Places.

Find in Document

Menampilkan fasilitas "Find" dalam dialog Dokumen, yang Anda gunakan untuk menemukan string teks tertentu dalam halaman yang sedang ditampilkan.

Print
Menampilkan dialog Cetak, yang Anda gunakan untuk mencetak halaman yang sedang ditampilkan.

HTML Errors
Ini adalah tombol opsional untuk menampilkan kesalahan HTML dalam halaman saat ini. Jika tombol aktif (seperti yang ditunjukkan di sini), ada kesalahan HTML dalam halaman yang sedang ditampilkan, yang Anda dapat melihat dengan mengklik tombol. Jika tombol ini redup, tidak ada kesalahan HTML dalam halaman saat ini.

sumber :  
http://en.wikipedia.org/wiki/HotJava 
http://web.mit.edu/javadev/lib/hotjava/hotjava/gs-nav.html 
READ MORE - Sekilas tentang HotJava

Kamis, 17 November 2011

Memilih VGA Card yang Sesuai

VGA (Video Graphics Accelerator) card adalah salah satu komponen komputer yg mutlak harus ada. Fungsinya mengolah data graphis unt ditampilkan di layar monitor. Sebetulnya VGA card merupakan satu unit "komputer mini" karena komponen ini memiliki sebuah prosesor (disebut GPU alias Graphics Processing Unit) dan membutuhkan memory juga.

Disebut VGA card krn komponen ini memang berbentuk spt kartu yg di"tancap"kan pada motherboard (mobo) melalui satu slot yg khusus unt itu. Krn VGA card memiliki prosesor yg mengeluarkan panas saat beroperasi, maka pasti ada perangkat pendinginnya, bisa berupa sirip² logam dgn pipa² penghantar panas (heatpipe) atau berupa kipas pendingin (Heat Sink Fan/HSF).

Tak jarang VGA card ini sudah terintegrasi jadi satu dgn mobo, atau istilahnya VGA OnBoard (OB). Mobo dgn VGA OB tentu saja tdk lagi membutuhkan VGA card tambahan, kecuali bila VGA OB nya dirasa "kurang canggih", masih bisa dipasang VGA card tambahan (add-on).

VGA OB vs VGA add-on
Mau tak mau kita mesti membandingan 2 macam VGA ini. Pilihan mana yg harus kita ambil akan sangat tergantung dari kebutuhan kita atau kegunaan utama dari komputer itu sendiri.

Berikut adalah beberapa poin keunggulan VGA OB dibanding VGA add-on:
  • VGA OB sudah terintegrasi dgn mobonya sehingga dipastikan tdk akan terjadi masalah ketidaksesuaian antara mobo dan VGA. Meskipun kasus ketidaksesuaian ini sangat jarang dijumpai, tapi kadang terjadi juga pada bbrp jenis dan merk mobo dgn VGA type dan merk tertentu.
  • Harga mobo dgn VGA OB hampir sama, atau unt bbrp type/merk, bahkan lbh murah ketimbang mobo tanpa VGA. Jadi boleh dikatakan kita mendapat VGA "gratis". Ini bisa menjadi solusi yg ekonomis untuk budget yg terbatas.
Namun bukan berarti VGA OB tdk memiliki kekurangan bila dibandingkan dgn VGA add-on. Berikut beberapa di antaranya:
  • VGA OB tidak memiliki memory sendiri (tapi sekarang ini bbrp produsen mobo sdh ada yg menambahkan memory tersendiri atau sideport memory khusus unt VGA OB) . Dia hrs berbagi (share) dgn memory (RAM) yg terpasang di mobo. Akibatnya kapasitas RAM akan berkurang. Pada sistem dgn RAM terbatas, hal ini kan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan.
  • Kinerja VGA OB relatif lbh rendah dibanding VGA add-on. Tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Kinerja VGA OB sama sekali tidak buruk, namun kemampuannya tentu saja agak terbatas, terutama unt aplikasi² yg membutuhkan kinerja VGA yg tinggi, contohnya main game 3D keluaran terbaru. Tapi dibanding dgn VGA add-on kelas bawah, boleh dikatakan VGA OB dewasa ini masih mampu mengimbangi bahkan mengunggulinya.
  • Mobo dgn VGA OB biasanya ukurannya lbh kecil bbrp centimeter dibanding mobo tanpa VGA. Ukuran yg lbh kecil ini biasa disebut microATX (mATX). Ini dimaksudkan unt memangkas biaya pembuatannya (krn mobo dgn VGA OB ditujukan unt kelas berbudget rendah). Konsekuensinya, jumlah expansion slots (slot² unt komponen tambahan spt modem internal, TV tuner internal dll) juga lbh sedikit dibanding mobo tanpa VGA. Tapi ada juga bbrp merk mobo dgn VGA OB yg memiliki ukuran "normal" (ATX), walaupun sangat jarang ditemui.
ATI vs NVidia
Bila pasar prosesor dikuasai oleh 2 raksasa yakni Intel & AMD, maka pasar VGA juga didominasi oleh 2 pemain besar, ATI & NVidia. Kebetulan ATI bbrp waktu yg lalu telah diakuisisi oleh AMD. Secara umum kinerja VGA buatan ATI dan NVidia cukup berimbang pada kelas yg sama. Harganya pun relatif sebanding. Masing² memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sampai hari ini, ATI masih lbh unggul di aspek Image Quality (IQ atau kualitas gambar) sedang NVidia lbh unggul di kinerja 3D frame rates (kecepatan penampilan frame per detik). Sekali lagi tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Bukan berarti ATI kinerja 3D nya jelek atau sebaliknya NVidia IQnya buruk. Unt main game 3D, ATI bisa digunakan dgn baik juga. Demikian pula NVidia masih cukup prima tampilannya unt menonton DVD High Definition.

Dan dari waktu ke waktu, masing² produsen akan berupaya mengatasi kekurangannya shg suatu saat tdk lama lagi, kita bisa melihat keduanya berimbang dlm semua aspek. Sampai hal itu terjadi, ada baiknya bila komputer banyak dipakai unt design graphics atau menonton film, VGA card ATI adalah pilihan yg lbh baik, namun jika komputer banyak dipakai unt main game 3D, apalagi keluaran terbaru, VGA NVidia bisa menjadi pilihan yg lbh pas.

Tips memilih VGA add-on yg sesuai

Faktor pertama yg hrs diperhatikan adalah jenis slotnya hrs sama dgn slot yg ada di mobo. Ada 2 jenis slot unt VGA, AGP dan PCI-Express (PCI-E). Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada mobo keluaran terbaru. Jenis ini banyak digunakan oleh mobo yg sdh agak "uzur". Dewasa ini, sebagian besar mobo menggunakan slot PCI-E.

Faktor lain adalah karakteristik atau spesifikasi VGA nya. 3 hal yg perlu diperhatikan dari spesifikasi VGA adalah kapasitas memory, jenis memory dan lebar jalur komunikasi (buswidth). Sebagai contoh ada VGA dgn spesifikasi 256 MB DDR3 128 bit. 256 MB artinya besarnya memory VGA tsb, ini berpengaruh lbh pada tingginya resolusi yg mampu didukung oleh VGA itu. Apabila hendak menggunakan monitor ukuran besar (yg tentu saja resolusinya juga tinggi) maka kapasitas memory VGAnya juga hrs lbh besar. DDR3 adalah jenis memory yg mengacu pada kecepatan aksesnya. DDR3 tentu relatif lbh cepat aksesnya bila dibanding DDR2. 128 bit adalah lebar jalurnya, semakin lebar jalurnya, semakin banyak pula data yg bisa lewat dalam satu waktu. Ibaratnya sama dgn gerbang jalan toll, semakin banyak gerbangnya semakin banyak pula mobil yg bisa lewat, semakin pendek antrean, semakin cepat pula sampai di tujuan.

Tentu saja tdk boleh dilupakan adalah type GPU nya sendiri. Sama seperti prosesor, GPU juga memiliki kecepatan (core clock) yg diukur dgn satuan MHz. Bahkan persis spt prosesor, sekarang pun sdh ada GPU yg memilili lbh dari 1 inti. Kita tdk akan membahas terlampau teknis soal GPU ini. Intinya GPU generasi yg lbh baru perfromanya juga lbh bagus dibanding generasi yg lama (asal spesifikasi memorynya sebanding).

Faktor lain yg juga hrs diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yg masih D-Sub (port yg lazim digunakan pada monitor CRT), ada yg DVI (biasanya untuk bbrp jenis monitor LCD) dan bahkan ada yg HDMI (unt monitor LCD High Definition). Sering pula ada port S-Video, yaitu port berbentuk bulat untuk dihubungkan dgn pesawat TV yg difungsikan sbg monitor. Pada bbrp jenis VGA bahkan ada yg sdh mendukung lbh dari 1 monitor.

Fitur² yg didukung oleh VGA juga perlu dipertimbangkan. Misalnya fitur dukungan thd DirectX (DX) versi tertentu. Ini hrs kompatibel dgn sistem operasi atau aplikasi yg akan digunakan agar tampilan gambar lbh sempurna. Versi terbaru dari DirectX adalah DX10. Apabila anda menggunakan sistem operasi Windows Vista, pilihlah VGA yg sdh support DX10. Umumnya VGA generasi terbaru sdh mendukung DX10.

Demikian sharing sekilas lintas soal VGA. Mohon koreksi kalau ada yg keliru dan tolong tambahkan apabila ada yg kurang.

Thx

Sumbernya gaan : http://forum.kompas.com/computer-corner/806-memilih-vga-card-yang-sesuai.html
READ MORE - Memilih VGA Card yang Sesuai

Selasa, 25 Oktober 2011

BOOTING

Pertama-tama saya akan membahas definisi dari booting.
Booting itu sendiri, adalah isitlah teknologi informasu dalam bahasa inggris yang mengacu kepada proses awal menyalakan komputer dimana semua register prosesor disetting kosong dan status mikroprosesor atau prosesor disetting reset.

Tahap-tahap proses booting 
  1. Saat komputer dihidupkan, memorinya masih kosong (dalam hal ini RAM). Belum ada instruksi yang dapat diseksekusi oleh prosesor. Karena itu prosesor dirancang untuk selalu mencari alamat tertentu di BIOS ROM. Pada alamat tersebut, sebuah instruksi jam yang menuju ke alamat eksekusi awal BIOS. Setelah itu, prosesor menjalankan power on set (POS) yaitu memberikan kondisi hardware yang ada.
  2. Sesudah itu, BIOS mencari video card. Secara khusus, ia mencari program BIOS milik video card. Kemudian sistem BIOS menjalankan video card BIOS. Barulah setelah itu video card diinisialisasi.
  3. Kemudian BIOS memeriksa ROM pada hardware lain, apakah hardware lain memiliki BIOS atau tidak. Jika ya, maka sistem BIOS akan mengeksekusi juga.
  4. BIOS melakukan pemeriksaan lagi terhadap memori, misalnya jenis memori dan besarnya memori. Lebih lanjut lagi ia memeriksa hardware lain seperti disk. Lalu ia mencari disk dimana proses boot bisa dilakukan yaitu mencari boot sector. Boot sector ini bisa berada di harddisk atau floppy disk.     
READ MORE - BOOTING



widget by Y-Kool